Nah, apa jadinya jika ada tanaman
beserta pot atau media tanamnya bisa langsung dimakan? Edible Growth adalah
contohnya. Inovasi pangan yang dicetuskan oleh Chloe Rutzelved, seorang
perancang makanan asal Belanda ini memiliki konsep perpaduan antara makanan,
berkebun dan 3D printing. Meski masih
sebatas gagasan dan proyek yang sedang diteliti, produk ini telah diklaim oleh
pemrakarsanya sebagai makanan masa depan.
Selengkapnya, berikut 4 keunikan
yang dimiliki oleh Edible Growth:
- Diproduksi dari 3D printer
3D printer
merupakan teknologi mesin cetak yang dapat menghasilkan benda padat 3 dimensi
dari sebuah desain secara digital yang memiliki volume. Adapun edible growth dibuat dari mesin cetak
tersebut. Bentuknya bulat berongga di bagian atas sebagai celah pertumbuhan
benih yang ditanam di dalamnya.
- Pot tanaman yang bisa dimakan
Pot tanaman
edible growth memang dirancang agar bisa dimakan secara langsung tanpa melalui
proses memasak. Pot yang bentuknya bulat itu terbuat dari adonan pizza yang
dicetak dari mesin cetak 3D. Sebagaimana pizza pada umumnya, pizza yang
digunakan sebagai pot tanaman ini juga memiliki aroma roti yang harum.
- Dapat ditanami sayuran dan jamur
Adonan pizza
yang berfungsi sebagai media tanam tersebut dapat menumbuhkan bibit sayur dan
jamur sesuai keinginan. Hanya saja, ruangnya yang kecil dan sebesar kepalan
tangan membuat jumlah benih yang akan ditanam juga terbatas. Jika ingin
menghasilkan produk lebih banyak, cetakan potnya juga harus diperbanyak.
- Budidaya hanya butuh waktu 5 hari
Uniknya, benih
sayur atau jamur hanya butuh waktu 5 hari untuk tumbuh. Artinya, setelah
melalui 5 hari, pot berisi sayur dan jamur tersebut dapat langsung disantap.
Tanpa perlu dimasak lebih dahulu.
Itulah keunikan makanan yang bisa
dimakan beserta media tanamnya. Tanpa perlu repot memasak dan kotor oleh tanah.
Meskipun masih ada pro kontra terkait tingkat keamanannya bagi kesehatan, ini
menunjukkan adanya inovasi yang terus dihasilkan di bidang pangan. Bahkan,
makanan ini sangat praktis bagi pendaki gunung atau orang yang melakukan
perjalanan ke hutan dalam jangka waktu lama.
Teknologi yang terus berkembang
cenderung menciptakan segala sesuatu semakin praktis. Harapannya, juga berdampak
pada peningkatan penanggulangan masalah di sekitar kita.
Sumber:
http://www.chloerutzerveld.com/edible-growth-2014/





Komentar
Posting Komentar